Banyak warung menjual barang bagus tapi sepi pesanan online. Biasanya bukan karena produknya, tapi karena pembeli tidak punya cukup informasi untuk memutuskan.
1. Foto produk, bukan foto barangnya saja
Ambil foto dengan cahaya dari jendela, latar polos, dan produk memenuhi sekitar dua pertiga bingkai. Foto gelap dan miring membuat pembeli ragu, sedangkan foto yang jelas langsung menaikkan jumlah klik.
2. Tulis nama produk seperti pembeli mencarinya
"Sembako Paket Hemat" kurang dicari orang. "Beras Setra Ramos 5 kg", "Telur Ayam 1 kg", dan "Minyak Goreng 2 Liter" jauh lebih mudah ditemukan dan lebih cepat dipahami.
3. Jaga jam buka tetap konsisten
Tentukan jam buka yang benar-benar sanggup kamu layani, lalu patuhi setiap hari. Pembeli akan kembali pada jam yang mereka ingat — dan algoritma kami mengurutkan warung yang sedang buka lebih dulu.
4. Siapkan stok untuk jam ramai
Kalau pesananmu menumpuk antara pukul 11.00–13.00 dan 17.00–20.00, pastikan stok produk terlaris sudah ditambah sebelum jam itu.
5. Balas cepat dan catat pesanan
Kecepatan membalas chat berpengaruh besar pada keputusan pembeli. Pakai satu buku catatan atau aplikasi sederhana untuk mencatat pesanan yang harus dikemas, supaya tidak ada yang terlewat saat warung sedang ramai.
Mulai dari satu perubahan kecil hari ini: perbaiki tiga foto produk terlarismu. Efeknya biasanya terasa dalam sepekan.